Tuesday, 24 April 2012

Laporan Praktikum Fisika - Titik Berat Benda Homogen



STANDAR KOMPETENSI
:
Menerapkan konsep dan prinsip pada mekanika             klasik system kontinu benda tentang dasar penyelesian masalah.
KOMPETENSI DASAR
:
Menjelaskan keadaan benda tegar akibat adanya torsi (momen gaya).

KEGIATAN 1
1.         Tujuan Percobaan:
Menentukan bahwa titik berat pusat massa benda luasan             terletak pada garis berat melalui pengamatan/percobaan.
2.         Alat dan Bahan:
a.       Benda luasan (tipis terbuat dari plat karton). Benda ini ada yang bentuknya tidak beraturan)
b.       Benang halus dan kuat
c.       Alat ukur panjang/meteran/mistar
                                               
3.         Langkah Kerja:
1. Siapkan benda yang bentuknya sembarang berikut benang dan statif sebagai tempat untuk menggantung benda dalam berbagai posisi bebas.
2.    Dengan menggunakan tali/benang, benda kita gantungkan pada sebuah titik A pada bagian tepinya. Jika benda dalam keadaan diam, pusat grafitasi harus terletak lurus ke bawah titik gantung A. jadi, titik berat terletak pada Aa.

3.    Gantunglah benda itu lagi pada titik lain di B pada tepinya. Bagaimanakah prediksi anda pada pusat grafitasi harus terletak pada garis Bb (perpanjangan garis Bb)?
Ya, pusat gravitasi harus terletak pada perpotongan garis Aa dengan Bb.
Mengapa? Berikan alan anda!
Sebab untuk menentukan titik berat benda tersebut, garis Bb akan berpotongan dengan garis Aa. Sehingga titik perpotongannya itu merupakan titik beratnya(titik O)
4.    Gantungkan benda itu pada sembarang titik lain pada bagian tepinya, missal C, maka apakah garis vertical Cc juga akan melalui O? jelaskan jawaban anda lengkap dengan jawabannya!
Ya, setiap garis yang dibentuk pasti selalu melalui titik O. Maksudnya, garis Aa, Bb, dan Cc akan berpotongan pada satu titik yaitu titik O.
5.    Berdasarkan data yang telah diperoleh pada langkah 3 dan 4, buatlah kesimpulan yang mengarah pada defenisi tentang pusat massa!
Perpanjangan tiap garis akan berpotongan pada satu titik. Titik tersebut adalah titik berat.

KEGIATAN 1b
1.         Tujuan Kegiatan:
Bahwa garis berat membagi benda menjadi dua bagian dimana jumlah partikel sebelah menyebabkan garis berat sama banyaknya. Untuk benda homogenya, jika masing-masing itu ditimbang diramalkan akan diperoleh berat yang sama.

3.         Prosedur:
1.       Rangkuman materi kegiatan 1b di atas merupakan prediksi. Bagaimana pendapat anda lengkap dengan argumnetasinya!

2.       Untuk menguji prediksi itu pertama-tama carilah garis berat bangun homogen itu dengan prosedur yang ditunjukkan pada kegiatan 1a!
3.       Potonglah benda/bangun tersebut menjadi dua bagian melalui garis berta tersebut1!
4.       Timbanglah masing-masing bagian dengan neraca ohaus dan catat hasil pertimbangan pada table 1!
Massa bagian 1 (gram)
Massa bagian 2 (gram)

4,59 gram

4,55 gram

5.       Ulangi langkah 2,3,dan4 untuk benda yang lain dan hasinya dicatat pada table 2!

Massa bagian 1 (gram)
Massa bagian 2 (gram)

3,1 gram

3,1 gram

3.         Kesimpulan:
Garis berat ialah garis yang membagi benda menjadi dua bagian dimana massa kedua bagian benda tersebut sama.

KEGIATAN 2
1.         Tujuan Kegiatan:
Menetukan titik berat (titik pusat massa=tpm) benda             luasan yang bentuknya beraturan (segitiga, bujur, persegi panjang) melalui pengamatan.
2.         Prosedur:
1.    Cobalah kemukakan hipotesis atau dugaan sementara anda mengenai titik pusat massaa. Apakah pusat massa terletak pada garis simetris?
Ya, pusat massa terletak pada garis simetri , karena titik berat dari berbagai benda yang bentuknya beraturan memiliki sumbu simetri.

Bagaimana jika benda mempunya lebih dari satu garis simetri ?
Pusat massanya terletak di titik tengah pertemuan dari garis simetri, jadi garis simetri tersebut dihubungkan sehingga akan dibentuk titik pertemuan.

2.    Dengan langkah sama dengan kegiatan 1, tentukan lah titik pusat massa dari masing-masing bangun yang tersedia. Namakan lah titik pusat massa tersebut O. kemudian buat lah garis simetri bangun tersebut. Garis simetri adalah garis yang membagi bangun tersebut menjadi 2 bagian yang sama, sedemikian sehingga jika bangun dilipat pada garis tersebut menempati bingkainya dengan pas.
3.    Apakah garis simetri tersebut mealui titik O? bagaimana dengan bangun yang mempunyai garis simetri lebih dari satu?
Ya, garis simetri melewati titik O, karena garis ini terletak di tengah-tengah bangun yang membagi bangun menjadi dua bangun yang sama, untuk garis simetri lebih dari satu, hendaknya dihubungkan antara satu sama lain, dan titik O adalah titik temunya.
4.    Lakukan untuk bangun yang lain, apakah diperoleh hasil yang sama ?
Tidak, diperoleh hasil yang berbeda , karena untuk semua yang memiliki bentuk beraturan seperti segitiga , bujursangkar, dan persegi panjang , dan benda berukuran lainnya akan memeroleh luasan yang berbeda pula.

3.         Kesimpulan:
Garis yang membagi bangunan menjadi dua dengan simetris adalah titik pusat massa, tetapi antara bangun yang berbeda tidak bias terdapat titik pusat massa yang sama , karena luasan yang diperoleh juga akan berbeda antara satu dan lainnya.
Reactions:
Categories: ,

4 comments:

  1. wah makasih banget gan infonya
    http://mulkymaurival.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. sangat bermanfaat postingan agan yang satu ini, yang membahas tentang laporan titik berat suatu benda.
    ditunggu kunjungannya gan
    http://ardiwasilachandra.blogspot.com

    ReplyDelete